18 November 2018

RSS Facebook Twitter

Redaksi

Redaksi

Bogor : Pemerintah daerah baik Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor telah bersepakat akan merumuskan aturan yang lebih teknis dan lebih detail tentang angkutan berbasis aplikasi (online), termasuk aturan untuk angkutan aplikasi roda dua. Nantinya, seperti dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat digelarnya forum rembuk dan sosialisasi pengaturan tentang transportasi berbasis aplikasi (online) di Ruang Paseban Sri Bima, Balaikota, Jumat (24/03/17), akan dirumuskan aturannya dalam bentuk peraturan wali kota atau peraturan bupati. "Lantas yang kedua, telah sepakat juga untuk berkomunikasi intens dengan manajemen angkutan online yang dengan sangat kita minta keterlibatannya untuk bersama-sama merumuskan aturannya," jelas Bima.

Kemudian hal selanjutnya, masih kata wali kota, bahwa berdasarkan arahan dari Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kemenkominfo, bahwa akan didengarkan juga aspirasi dan masukan dari warga selaku pengguna jasa transportasi. Hal itu tidak lain agar pelayanan kepada warga lebih maksimal. "Itu pada intinya, dan insya allah aturan itu akan segera dirumuskan bersama dengan ibu bupati supaya memiliki payung hukum yang jelas dan di lapangan pun menjadi lebih kondusif," bebernya.
Begitu pun halnya dengan Bupati Bogor, Nurhayanti yang menyatakan jika dirinya sepakat dengan apa yang telah disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya untuk tetap dan selalu menjaga kondusifitas di masing-masing wilayah. Peristiwa yang telah terjadi selama beberapa hari ke belakang, katanya, jelas sebuah kejadian yang sangat tidak menguntungkan bagi kedua pemerintah daerah. Oleh sebab itu, keduanya sepakat untuk secara bersama-sama merumuskan aturan baik berupa peraturan wali kota maupun peraturan bupati. "Jadi semuanya sama-sama warga Bogor, baik warga Kota Bogor maupun warga Kabupaten Bogor. Oleh karenanya memang perlu adanya pengaturan yang jelas. Sehingga warga Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor yang berusaha di angkutan online bisa dengan tenang mencari nafkah," tutur Nurhayanti./pemkot

Bogor : Perkembangan teknologi informasi yang saat ini terus berkembang senantiasa membawa dua dampak yang diibaratkan dua mata koin, yakni kebaikan dan keburukan. Maraknya isu pemberitaan atau informasi terkait penculikan terhadap anak-anak, pelecehan seksual, hingga penyimpangan perilaku merupakan salah satu dampak buruk dari perkembangan dunia informasi yang harus difilter lagi. Untuk itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin mengimbau Kepala Sekolah, tenaga pendidik dan utamanya para orang tua agar lebih waspada serta lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Plt Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengungkapkan, anak-anak harus dijaga, dirawat dan di didik dengan norma agama yang baik dan diajarkan nilai-nilai yang berkarakter agar tumbuh menjadi insan yang bertaqwa dan berbakti. Pengawasan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggungjawab guru saja, namun orangtua, terlebih ketika itu di luar jam sekolah. “Pergaulan dunia nyata seperti dilingkungan sekitar dan sekolah atau dunia maya seperti social media (sosmed) anak-anak bisa bergaul dengan siapa saja tanpa mengetahui latar belakang mereka dan motif pergaulannya. Untuk itu, Disdik meminta siswa agar lebih bijak menggunakan internet atau gadgetnya juga diawasi orang tua dan gurunya,” ujar Fahrudin, Jumat (24/03/17).

Selain itu ia menerangkan, ajari dan ingatkan anak-anak tentang cara menghindari atau menolak ajakan yang tidak baik, yang membuat mereka tidak nyaman atau ajakan yang bisa mencelakakan mereka. “Kalau melihat di televisi sudah cukup banyak anak yang menjadi korban penculikan. Peran orang tua sangat penting bagi pergaulan dan perkembangan anak, terutama bagi anak usia sekolah dasar yang masih polos,” ungkapnya. Fahmi mengingatkan semua pihak agar melakukan upaya-upaya yang mendidik dan efektif agar anak-anak terhindar dari kasus penculikan, aksi tawuran, pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba hingga tindak kekerasan. “Perkuat pendidikan karakter dan akhlak mulia agar anak-anak mampu menjaga diri dengan baik,” tuturnya /pemkot

Cianjur :  Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengusulkan pembangunan flyover di sejumlah titik macet di wilayah Kabupaten Bogor yang selama ini dinilai menghambat akses menuju Cianjur, jika Jalur puncak II, tidak kunjung dibangun. Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, di Cianjur Minggu (5/3), mengatakan, saat ini wilayah Cianjur, dikepung macet dari berbagai arah, baik dari Bandung, Sukabumi ataupun Bogor. Hal ini mengakibatkan akses masuk terhambat dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke Cianjur meskipun jarak tempuh dari pintu tol Ciawi, tidak terlalu jauh. "Kalau begini terus perkembangan Cianjur akan terhambat. Wisatawan dengan tujuan Puncak-Cianjur, memilih berkunjung ke wilayah lain karena macet panjang dan waktu yang lama untuk sampai. Bahkan pemerintah pusat pun akan susah untuk tiba di Cianjur saat melakukan kunjungan," katanya.

Dia menilai pembangunan Jalur Puncak II, menjadi solusi terbaik untuk mengatasi kemacetan di Jalur Puncak, namun hingga saat ini pembangunannya terus molor karena terbentur berbagai kendala termasuk pembebasan lahan di wilayah Bogor. "Jadi banyak pertanyaan, kapan dibangun, sementara selama ini hanya wacana. Meskipun Pemkab Cianjur, telah menyelesaikan kewajiiban mulai dari pembebasan lahan sampai pelebaran jembatan," katanya. Pihaknya berharap jika pembangunan Puncak II masih terus molor, ada solusi lain yang dapat dilakukan salah satunya pembangunan flyover di kantung kemacetan di wilayah Bogor. "Kalau bisa dibangun flyover di sana, saya rasa dapat menjadi solusi mengantisipasi kemacetan yang selama ini menghambat akses menuju Cianjur," katanya.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Pitaloka, mengatakan, DPR RI saaat ini, tengah membahas pembangunan Jalur Puncak II, dimana pihaknya akan mendorong pembangunan jalur yang akan membuka peningkatan ekonomi di wilayah Cianjur yang selama ini terkesan "mati suri". "Kami akan dorong pembangunannya, tapi di daerah harus ikut mendorong ke pusat dan mengajukan secara bersamaan. Termasuk koordinasi antar daerah akan kami lakukan agar titik permasalah terhambatnya pembangunan dapat berjalan sesuai harapan," katanya

Sebelumnya 30 anggota DPRD Provinsi Jabar, sempat meninjau lokasi Jalur Puncak II yang hingga saat ini, masih terkendala pembangunannya. Wakil rakyat di provinsi itu, berjanji akan segera mencarikan solusi agar pembangunan Puncak II sebagai solusi peningkatan ekonomi di wilayah Cianjur, kembali meningkat segera terlaksana. "Kita akan cari benang kusutnya karena roda perekonomian Cianjur, harus berputar seperti dulu, dimana angka kunjungan wisatawan tinggi dan investasi terus meningkat," Wakil Ketua DPRD Jabar, Ade barkah Surachman. "Program Pemkab Cianjur, sebagai tujuan wisata pangan dunia, selaras dengan program Pemprov Jabar," imbuh Ade barkah Surachma./Antara

 

Bogor : Sebagai upaya pemerintah dalam mencapai swasembada daging,Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang , Kecamatan Cijeruk kabupaten Bogor berhasil memproduksi satu ekor sapi hasil teknologi transfer embrio sapi jenis Belgian Blue Cattle dari Belgia dan diindukkan pada sapi jenis Simmental di Indonesia. 

Sapi hasil teknologi transfer embrio, lahir pada tanggal 30 Januari 2017, dan dinamai Gatot Kaca oleh Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Surachman Suwardi, Minggu (5/3).
Sapi Belgian Blue merupakan sapi jenis unggul di dunia yang bobotnya dapat mencapai 1,5 ton dalam waktu dua tahun. Sedangkan sapi jenis Limosin hanya mampu mempunyai berat sekitar 600-700 kg dalam waktu yang sama. Sapi Belgian Blue produksi Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang merupakan sapi hasil transfer embrio pertama yang ada di Asia Tenggara.#rribogor
Foto: Eduardo Simorangkir/detik

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL