18 November 2018

RSS Facebook Twitter

Redaksi

Redaksi

Bogor :Tas yang diduga berisi bom yang ditemukan di depan Klinik Katili, samping Bank Jabar Banten, Jl.Raya Dramaga, kab Bogor, Sabtu (24/6) Pkl. 7.30 WIB dipastikan hanya berisi sampah plastik. Hal ini disampaikan Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky setelah tim penjinak Bom Brimob melakukan upaya evakuasi.   "Tidak ada bom, dini hari tadi ada masyarakat yang melihat orang meninggalkan barang yang mencurigakan berupa tas. Setelah itu lapor ke Pospam terdekat," tegas Dicky. Pihaknya menghimbau agar masyarakat Bogor untuk tidak resah fan tetap tenang.Kepolisian akan selalu melakukan yang terbaik untuk menjaga kamtibmas, melindungi dan mengayomi masyarakat.
Informasi  berawal dari laporan masyarakat yang melihat tas itu tergeletak sekitar 300 meter dari Kampus Institut Pertanian Bogor.Warga yang menemukan langsung melaporkan ke petugas keamanan
Jakarta : Anggota Komisi I DPR Martin Hutabarat mendorong agar Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) untuk dapat bersaing dengan radio-radio swasta. Apalagi, dengan adanya dukungan anggaran dari negara, serta klaim Direksi LPP TVRI yang mengatakan jaringan siaran RRI telah menjangkau 85 persen masyarakat Indonesia. “Kami minta RRI bebebenah diri, karena persaingan dengan radio swasta semakin sengit. RRI ini kan milik rakyat, dan anggarannya hampir semua dibiayai oleh negara. Sebelum ada radio swasta, RRI sudah hadir menyuarakan berita-berita kepada masyarakat,” kata Martin, saat RDP dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama LPP RRI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6).
 Politisi F-Gerindra itu menambahkan, dengan adanya pengalaman yang cukup panjang, serta jaminan anggaran dari negara, seharusnya RRI mampu bersaing. Menurutnya, kunci utama agar RRI diminati oleh pendengar adalah memperbaiki kualitas isi siaran. Ini menjadi tugas Dewas dan Direksi RRI. “Direksi RRI menjelaskan bahwa 85 persen populasi masyarakat itu sudah tercover jangkauan siaran RRI. Namun dari angka itu berapa yang mendengar siaran RRI? RRI harus membuat survey, berapa persen yang mendengarkan RRI. Jangan-jangan dibawah 10 persen. Kalau kualitas siaran tidak diperbaiki, maka akan sulit memikat pendengar,” tegas Martin.
Sehingga menurut Martin, perlu dipertimbangkan secara matang terkait permintaan Direksi RRI untuk menambah jumlah pemancar, maka akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan perbaikan kualitas siaran. “Kita akan dukung RRI untuk tingkatkan kualitas siaran. Tidak perlu pembangunan infrastruktur yang besar, tapi kualitas siaran yang harus ditingkatkan. Sehingga kalau mau menambah pemancar, harus dipertimbangkan,” imbuh politisi asal dapil Sumatera Utara itu. 
Sumber : dpr.go.id
 

Bogor : Kepala Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat AKBP Andi M Dicky Pastika membantah pemberitaan mengenai penangkapan seorang penghuni sebuah kontrakan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor oleh Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, pada Selasa (30/5/2017). Andi mengatakan pihak Densus hanya meminta keterangan sebagai saksi untuk pengembangan kasus bom bunuh diri di terminal bus Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. "Kita perlu luruskan bahwa kita tidak melakukan penangkapan. Densus 88 tidak melakukan penangkapan di wilayah Kabupaten Bogor. Intinya mereka melakukan penyelidikan  penyidikan pengembangan kasus di Kampung Melayu. Densus menggeledah dan menyita barang bukti untuk mendungkung kasus Kampung Melayu. Penggeledahan dan penyitaan harus ada saksi. Saksi itu menjadi saksi untuk proses penyidika penggeledahan. Kita meminta keterangan di kantor polisi untuk BAP. Belum ada yang ditangkap. Saksi disekitar lokasi untuk digeledah," tegas AKBP Andi dalam perbincangan dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (30/5/2017).
Dia juga menegaskan warga yang dimintai keterangan adalah bukan warga Bogor atau pendayang. Kendati demikian, dia mengaku tidak mengetahui asal domisili warga yang dimintai keterangan oleh Densus 88. "Itu bukan warga Bogor yang kebetulan tempat kontrakan, yang tau itu penyidik.  Kami hanya membackup Densus 88. Kita hanya melakukan pengamanan," tegasnya.

Bogor : Setelah satu minggu yang lalu terjadi kecelakaan maut di jalur puncak Bogor yang menelan 4 korban jiwa, kembali terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur puncak di Desa Ciloto, kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Minggu pagi (30/4/2017) sekitar Pkl. 10.30 WIB.
Berdasarkan  Informasi sementara yang diperoleh RRI Bidang Humas Polda Jabar, terdapat 8 orang korban meninggal dunia seketika di lokasi kecelakaan. Belum diketahui secara detail identitas korban yang meninggal. Kecelakaan beruntun ini melibatkan Bus Pariwisata Kitrans B 7058 BG, Mobil Avanza Silver B 1608 BKV dan beberapa mobil lainnya serta kendaraan roda dua. Belum diketahui penyebab awal terjadinya peristiwa kecelakaan lalulintas ini.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus saat dihubungi RRI menjelaskan bahwa anggota Polri sudah berada di lokasi dibantu unsur masyarakat sedang melakukan evakuasi baik korban maupun Kendaraan." Petugas masih evakuasi korban dan Ranmor di TKP,”jelas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus.

 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL