18 November 2018

RSS Facebook Twitter

Redaksi

Redaksi

Jakarta : Inilah Enam bentuk Ujaran Kebencian yang termasuk dalam kategori pelanggaran disiplin bagi Aparatur Sipil Negara ( ASN) :

1. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah.

2. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antar golongan.

3. Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian melalui media sosial, baik dalam bentuk share, broadcast, upload, retweet, repost Instagram, dan sejenisnya.

4. Mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah.

5. Mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah.

6. Menanggapi atau mendukung pendapat berbentuk ujaran kebencian dengan memberikan likes, dislike, love, retweet, atau meninggalkan komentar di media sosial.

a. Pelanggaran poin pertama hingga keempat, dijatuhi hukuman disiplin berat. 
b. Pelanggaran poin 5 dan 6, dijatuhi hukuman sedang atau ringan.

Jakarta : Negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberi ruang kepada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (10/5) saat menggelar Jumpa Pers terkait kerusuhan di Rutan cabang Salemba Mako Brimob, Depok, .

Presiden Jokowi mengucap syukur karena seluruh narapidana terorisme yang melakukan penyanderaan di Mako Brimob sudah menyerahkan diri dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat menyelesaikan peristiwa tersebut, selain itu Presiden juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya 5 anggota kepolisian dalam peristiwa tersebut. "Semoga keluarga diberi ketabahan" Ujar Jokowi.

Jakarta : Negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberi ruang kepada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (10/5) saat menggelar Jumpa Pers terkait kerusuhan di Rutan cabang Salemba Mako Brimob, Depok, .

Presiden Jokowi mengucap syukur karena seluruh narapidana terorisme yang melakukan penyanderaan di Mako Brimob sudah menyerahkan diri dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat menyelesaikan peristiwa tersebut, selain itu Presiden juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya 5 anggota kepolisian dalam peristiwa tersebut. "Semoga keluarga diberi ketabahan" Ujar Jokowi.

Jumat, 16 Maret 2018 08:24

Hari Tanpa Bayangan

Jakarta : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), menulis dalam situsnya, yang berisi tentang posisi matahari yang akan berada tepat di atas ekuator (khatulistiwa) yang mengakibatkan tidak adanya bayangan yang dinyatakan sebagai hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan, pada 21 Maret 2018. Bagi Indonesia yang terletak di garis ekuator, kejadian seperti ini tentu sangat menarik, bahkan LAPAN menambahkan bahwa hal ini berlangsung dua kali dalam setahun. Peristiwa berikutnya terjadi pada 23 September 2018. Hal ini terjadi disebabkan Bumi yang beredar mengelilingi Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi yang agak lonjong membuat Bumi lebih cepat dan kadang bergerak lambat. Bidang edar yang disebut ekliptika ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi.  Sehingga, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya. Perubahan posisi tampak Matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia.
Dilansir dari LAPAN, peristiwa yang dikenal sebagai vernal equinox (vernus=musim semi, equus=sama, noct=malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama, yakni 12 jam. akan dimulai pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB, saat itu matahari akan tepat berada di atas equator. Seperti Kota Pontianak, Matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehinga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan. Pada 21 Maret 2018, Matahari akan mencapai titik puncak/kulminasi pada pukul 11.50 WIB. Setelahnya, Matahari akan turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian. Fenomena yang sama akan terjadi saat autumnal equinox (autumn=musim gugur), pada 23 September 2018. Hari tanpa bayangan  bisa juga terjadi di kota-kota lain yang berada di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara. Pada hari nir bayangan 21 Maret 2018, LAPAN akan berpartisipasi dalam Festival Hari Nir Bayangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat., festival tersebut akan berlangsung hingga 23 Maret 2018. 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL