16 November 2018

RSS Facebook Twitter

Sonni Agung Saputra

Sonni Agung Saputra

Bogor ; Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bogor menggelar Musyawarah Cabang ke Lima hari ini untuk membahas  program kerja dan  kepengurusan untuk melanjutkan tongkat estafet. Dalam agenda itu  dilakukan evaluasi dan rencana kerja yang akan berjalan pada tahun selanjutnya. 

Salah satu yang dibahas adalah bagaimana  meningkatkan daya saing pengusaha lokal dari 'serbuan' Investor Asing dalam bisnis Migas. Ketua Hiswana Migas Bogor Bahrium mengatakan , tantangan dunia perdagangan minyak dan gas bumi saat ini bertambah dengan hadirnya  Investor asing yang masuk dalam pasar domestik. "  Saat ini banyak Investor Asing yang datang ke Bogor, jadi kita harus menambah kualitas daya saing dengan meningkatkan mutu produktifitas." Ujarnya, Kamis, (15/03/2018). Pengusaha juga diminta untuk  meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah daerah Kota dan Kabupaten Bogor sebagai regulator untuk mengetahui regulasi dalam dunia Migas.

Bogor : Komisi 7 DPR RI, terus mengawasi pelaksanaan penerapan BBM Satu Harga se Indonesia. Anggota Komisi 7 DPR RI, Nawawi Shaleh saat berada di Bogor mengatakan pembahasan program BBM Satu Harga di Indonesia terus dibahas oleh dewan bersama Pertamina dan Kementrian terkait. Program BBM Satu Harga itu merupakan cara Pemerintah bersama DPR untuk menciptakan pemerataan pembangunan sehingga tidak ada perbedaan harga di seluruh penjuru Indonesia, yang berdampak pada ketimpangan sosial dan ekonomi. Untuk mengimplementasikan program itu maka harus ada strategi dari Pemerintah Pusat sehingga target pemberlakuan pada tahun 2019 dapat tercapai.

Menurut Nawawi kendala masih ada pada pelaksanaan Indonesia Bagian Timur dengan adanya sejumlah masalah seperti biaya transportasi dan energi listrik. Untuk itu pihaknya terus turun ke bawah dengan mendatangi wilayah yang masih terkendala dalam pelaksanaan program yang baik dari Pemerintahan Joko Widodo. " Kendala memang ada di Indonesia bagian timur, jadi kita sedang koordinasi dengan turun ke bawah untuk mengetahui masalah dilapangan untuk mempercepat program yang bagus dari Pemerintahan yang ditarget sampai 2019" Ujarnya, di Bogor, Kamis, (15/03).

Pengawasan terhadap penerapan penjualan BBM di Wilayah Barat dan Tengah Indonesia juga berlangsung agar tidak ada pelanggaran dari operator sehingga kerjasama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Hiswana Migas sehingga semua pihak bisa berperan membantu program pemerintah untuk rakyat.

Bogor : Sebuah tempat penyimpan Ban Pabrik Milik Nana di RT 2 Rw 5 Kelurahan Sukaresmi Tanah Sareal Kota Bogor.  ludes dilalap si Jago Merah, Kamis (15/3). Lurah Sukaresmi,  Susanto menjelaskan saat kejadian musibah kebakaran karyawan pabrik sedang melakukan pengolahan ban. Secara tiba – tiba terjadi percikan api yang menyambar ke sejumlah barang termasuk ban yang berada di sekitar pabrik tersebut.

Api langsung membesar dan menyebar di sekitar ruangan tersebut termasuk ke atap ruangan karena adanya hembusan angin.  Menurut Sutanto.  api sempat berkobar selama sekitar 15 menit sampai akhirnya masyarakat bersama Pemadam Kebakaran dari BPBD Kota Bogor berhasil melokalisir api agar tidak bertambah besar.  " Pabrik Ban Vulkanisir Milik Pak Nana terbakar, kita padamkan dari atap dan bawah pabrik agar tidak menjalar." Ujar Sutanto, Kepada RRI, Kamis, (15/03). Dari kejadian itu, tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materi dari kebakaran pabrik diperkirakan mencapai 10 juta rupiah.

Bogor : Modal Kampanye yang terbatas atau Low Budge menjadi persoalan Pasangan Independent Pilkada Kota Bogor Edgar Suratman – Sofwelly.  KPU Kota Bogor sudah menyatakan Pasangan Edgar Suratman – Sofwelly sebagai satu – satunya pasangan Independent yang lolos, dari 3 pasangan yang mendaftarkan diri ke penyelenggara pemilu tersebut. Namun Pasangan Calon Pilkada dari jalur Independent itu ternyata sulit mendapatkan dana kampanye dari sponsor secara perseorangan atau badan usaha.

Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Independen, Iwan Syah mengaku saat ini terus berupaya untuk mendapatkan pasokan dana kampanye dari donatur yang tidak mengikat atau memberatkan pihaknya.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 5 donatur baik secara perseorangan atau badan usaha yang mau menyumbangkan dana kampanye.  "Dengan keterbatasan dana Kampanye itu, maka pihaknya berupaya melakukan kampanye Murah Meriah dengan langsung mendatangi warga untuk menerangkan program pasangannya." Ujarnya, Kamis, (08/02)

Sementara itu Komisioner KPU Kota Bogor Syamsudin menjelaskan semua pasangan calon boleh mendapatkan dana kampanye sampai 30 Milyar, dengan peruntukan batasan sumbangan dari perseorangan sebanyak 75 Juta, dan Badan Usaha 750 Juta. Nantinya KPU dan Panwaslu akan melakukan audit dana kampanye untuk menjadi gambaran transparansi sumber dana dan penggunaan dalam pesta demokrasi. /KBRN

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL