23 April 2019

RSS Facebook Twitter

Yofri Haryadi

Yofri Haryadi

KBRN : Sebuah truk tangki BBM milik Pertamina dengan volume 24 ribu liter terjatuh ke jurang dan terbakar di jalan Raya Cigudeg – Jasinga , Kampung Cilame Desa Bunar Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, rabu (16/12). 2 orang korban sopir dan kernet truk meninggal dunia akibat terbakar dan terhimpit dasbord truk dan siang tadi di larikan ke RSUD Ciawi Bogor.
Kapolsek Cigudeg Kompol Imam mengatakan proses pemadaman sendiri di lakukan selama 1,5 jam setelah 4 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sejak kejadian sekitar pukul 9.30 Rabu pagi (16/12/2015) . Api baru padam setelah pukul 11 siang namun proses evakuasi bangkai truk yang hangus terbakar api itupun baru di lakukan rabu  sore. Kondisi tangki truk yang penuh BBM itupun mengakibatkan ledakan pada saat kejadian. Truk di angkat menggunakan alat berat berupa crane dari kedalaman jurang 12 meter di jalan Raya Cigudeg – Jasinga.
Kapolsek Cigudeg  sendiri mengatakan kecelakan tunggal itu di sebabkan karena sopir kehilangan kendali saat hendak mengisi BBM jenis premium ke SPBU Petanggungan Cigudeg. " Penanganan kita memadamkan api, mengamankan lalulintas dan melakukan ev akuasi, sekarang kita menunggu alat berat untuk mengangkat truk dari jurang, dan sekarang penyidik lakalantas Polres sedang melakukan pemeriksaan penyebab kecelakaan ". Jelas Kapolsek Cigudeg Kompol Iman.
Peristiwa itupun menjadi tontonan masyarakat sehingga mengakibatkan kondisi lalulintas di jalan Cigudeg macet parah. Sore ini, Rabu (16/12) tim penyidik dari Polres Bogor tiba  di lokasi untuk melakukan pemeriksaan penyebab kecelakaan tunggal itu terjadi. Sejauh ini belum di ketahu kerugian yang di derita pihak pertamina akibat kejadian itu namun beruntung truk tersebut meledak di tengah kawasan perkebunan sehingga kobaran api tidak mengancam keselamatan warga setempat.

Bogor : Direktur Kemahasiswaan Rektorat Institut Pertanian Bogor DR. Sugeng Santoso , menampik tudingan  jika kasus kematian Senna Desvia Hutapea (19)  mahasiswi Fakultas Kehutanan akibat penyakit Hepatitis B adalah  kelalaian pihak kampus. Pihak rektorat IPB sendiri baru mengetahui adanya wabah Hepatitis itupun setelah adanya laporan kematian mahasiswi bersangkutan. DR. Sugeng Santoso menegaskan mahasiswa/wi Kampus IPB di fasilitasi pelayanan kesehatan gratis di poliklinik yang di sediakan. Bahkan jika di haruskan di rujuk ke rumah sakit umum atau daerah rektorat menyediakan fasilitas  keringanan bahkan pembebasan biaya pengobatan.
Sugeng menyayangkan mahasiswi bersangkutan tidak melapor dan memeriksakan kesehatan di poliklinik IPB sejak awal sakit. "Kita sudah cek melalui Badan Eksekutif Mahasiswa tidak ada catatan awal sakit dan kapan berobat pas ketauan setelah ramai di sosmed ". Ujar DIrektur Kemahasiswaan IPB, Sugeng Teguh kepada RRI Bogor.
Untuk mengurangi wabah penyakit itupun IPB dan Dinas Kesehatan dalam satu pekan ke depan menggelar kegiatan. Mulai dari sosialisasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi seluruh civitas akademika bahkan cek lingkungan di luar kampus IPB Dramaga Bogor. "Ada 24 mahasiswa yang terindikasi wabah Hepatitis, terakhir ada 17 mahasiswa nanti akan kita  komunikasikan dengan RS. Karya Bakti Pertiwi terkait biaya perawatannya ". Sugeng menambahkan. Sementara itu Kepala UPT Kesehatan Kecamatan Dramaga Bogor drg. Fitriani siap berkordinasi dengan tenaga medis Dinas Kesehatan untuk melakukan medical check up kepada 24 ribu mahasiswa IPB di dramaga. "Saya sudah kordinasi dengan dokter kampus dan staf dokter kabupaten untuk memeriksa kondisi kesehatan mahasiswa IPB, termasuk sosialisasi kelingkungan luar kampus ". Ujar drg. Fitriani.
Penyakit hepatitis A adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus hepatitis RNA yang di tularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar VHA atau melalui tinja. Gejalanya adalah kulit berwarna kuning akibat inveksi pada sel hati dengan gejala mual, muntah dan nyeri di perut dan demam. Jika terjadi peningkatan gejala tersebut dapat menular melalui kontak cairan tubuh dan udara (Hepatitis B).

Bogor : Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bersama Rektorat IPB melakukan cek kesehatan mahasiswa di Gedung Graha Widya Wisuda, Jumat (11/12/). Pemeriksaan kesehatan di lakukan untuk mencegah terjadinya wabah hepatitis A atau B yang  lebih besar. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Yonny Koesmaryono menjelaskan cek kesehatan di lakukan selama 3 hari (Jumat - Minggu) dan hari pertama ada 169 mahasiswa yang sudah di periksa. Dari 169 mahasiswa itupun 8 di antaranya harus di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan Intensif. "Ini bagian dari  program kita mengantisipasi wabah penyakit hepatitis di IPB dari data tadi ada 32 mahasiswa positif hepatitis dan 8 mahasiswa hari ini di rujuk ke rumah sakit terdekat dari 8 itu 2 yang di nyatakan membutuhkan penanganan serius ". Jelas Yonny, Jumat (11/12)

Wabah Hepatitis di nyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa di Kabupaten Bogor. Hal itu di ungkapkan Kepala Seksi Surveilance dan Epidemi Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Yuliati Desputri. Salah satu penyebab wabah hepatitis A  melalui makanan dan minuman yang di hinggapi lalat dari kotoran dan lingkungan tidak bersih. "Kita juga sempat mewawancarai mahasiswa yang positif hepatitis A terakhir makan di mana dan ternyata makanan di luar kampus Dramaga. Yang jelas Hepatitis A beda dengan hepatitis B kalau Hepatitis A itu akut sementara Hepatitis B itu kronis, Penderita hepatitis A dapat sembuh 100 persen berbeda dengan penderita Hepatitis B ". Jelas Yuliati Desputri, Jumat (11/12/2015).
Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB Senna Desvia Hutapea (19) meninggal dunia karena sudah menderita penyakit Hepatitis B. Namun tidak memeriksakan kesehatan di klinik IPB. Penyakit hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh  akan meningkat menjadi sirosis hepatis dan kanker hati. 

Bogor : Belasan mahasiswa di kampus IPB Dramaga Bogor di larikan ke rumah sakit akibat wabah hepatitis, Kamis (10/12). Wabah tersebut di ketahui setelah beredarnya kabar dari mahasiswa IPB angkatan 49  melalui jejaring sosial media. Yang akhirnya menyeruak hingga menjadi isu santer di lingkungan Kampus IPB Dramaga Bogor.

Menindak lanjuti laporan itupun sejumlah Muspika Dramaga Kabupaten Bogor mengambil tindakan salah satunya dengan mendata sejumlah rumah makan dan kantin di sekitar kampus IPB Dramaga Bogor. Tidak hanya kantin saja termasuk juga rumah kos mahasiswa di seputaran jalan Babakan Raya (Bara). Kepala UPT Dinas Kesehatan Kecamatan Dramaga Fitriani bersama dengan Camat Dramaga Baihaki mengumpulkan warga pemilik rumah makan dan rumah kos mahasiswa, Kamis (10/12). "Pertama kita sosialisasi dulu lalu kita data sejauh mana wabah penyakit hepatitis  itu menjangkiti mahasiswa, yang jelas lokasi rumah kos mahasiswa sangat padat jadi kemungkinan Prilaku Hidup Bersih di lingkungan juga sangat berpengaruh, bisa jadi ada bakteri atau kuman yang tumbuh di lingkungan setempat". Jelas Fitriani. Meski dari pihak rumah sakit Karya Bakti Pertiwi belum memvonis wabah tersebut adalah Hepatitis namun sudah pasti penyakit terjadi karena kurangnya Prilaku Hidup Bersih.
Sementara Camat Dramaga Baihaki merasa tidak aneh dengan  adanya wabah penyakit di sekitar rumah kos mahasiswa di Babakan Raya. Dari hasil pantauannya di lapangan sanitari berupa septik tank letaknya berdekatan dengan sumber air sumur yang di gunakan. "Udah ga aneh karena liat aja septik tank sama sumur jaraknya deket, bangunan rumahnya juga rapat, itu sumber bakteri e colly yang jadi penyakit, harusnya lokasi di sana di buat septic tank komunal dan PDAM masuk ke sana ". ujar Camat Dramaga, Baihaki. 
Dari data yang di himpun, berikut nama mahasiswa IPB yang  menjalani perawatan di Rumah Sakit. : Hikam, Burhan,  Annas, Maya, Januar , Akbar Tanjung,  Adventia Natalia Marturia, Dion, Astrid Permatasari,  Fiona Ramadhani, Ela Kodarsih,  Noor Intan Ayuningtyas, Supriyanto, Ariya Dwi Cahya, Benazhar. Eksyar,  Rahmanul Hakim dan Ari Wakhid Subekti. Hingga saat ini pihak Rektorat IPB masih melakukan kajian dan pendataan wabah penyakit mahasiswanya.

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL