23 April 2019

RSS Facebook Twitter

Yofri Haryadi

Yofri Haryadi

Bogor : Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum di Indonesia menjadi salah satu penyebab mudahnya  aksi turun ke jalan menggelar demo dan mosi tidak percaya.  Tradisi turun ke jalan untuk menyampaikan pendapat di muka umum di jadikan kendaraan bagi eksistensi sejumlah organisasi garis keras yang ada di dalam negeri. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam kajian kebangsaan yang berlangsung di rumah Joglo Yayasan Satu Keadilan, jalan Parakan Salak Kemang Bogor, Rabu (2/11).

Direktur Lembaga kajian masyarakat ( LEKAT) Abdul Fatah Menjelaskan rencana aksi demo besar besaran yang akan di gelar sejumlah ormas islam peserta diskusi menilai hal itu wajar terjadi pada negara demokrasi. Namun akan menjadi persoalan ormas yang turun ke jalan tidak menghormati proses hukum terkait dugaan penistaan agama yang di lakukan gubernur DKI Basuki Cahya Nugraha. " Sekarang yang menjadi objeknya cuma satu orang, siapa yang memproduksinya dan untuk menetapkan adanya penistaan sebuah agama tidak bisa main hakim sendiri ada prosedurnya dari lembaga yang memiliki kewenangan ". jelas Abdul Fatah

Sebagai moderator diskusi Sugeng Teguh Santoso menilai gerakan yang akan berlangsung di Jakarta pada 4 November nanti adalah gerakan yang biasa biasa saja. Akan tetapi yang harus di waspadai adalah wacana yang terbentuk setelah aksi berlangsung. "Yang menjadi titik balik adalah isu yang berkembang adalah penistaan beragama dan polarisasi sikap pandang politik, padahal hak politik adalah kebebasan mendasar ". Tambah Sugeng Teguh Santoso.

Berbagai teori konspirasi pun menyebar di sejumlah media terutama media sosial yang di nilai sangat tendensius. Sehingga perang di dunia maya mengancam perpecahan dalam sebuah kebhinekaan. Sebagai negara yang berdaulat dan menjunjung tinggi hukum sikap yang harus di terima adalah menyerahkan kepada proses hukum yang ada bukan memaksakan pandangan dan polarisasi sikap politik terlebih terprovokasi. 

Bogor : Para penyuka film bergenre horor di Indonesia sesaat lagi bakal disuguhi film yang diproduksi oleh Bidar Batavia Group dan Lorong Films bejudul Missing You, yang akan memulai kiprahnya di berbagai bioskop pada tanggal 3 Nopember 2016 mendatang. Letsman Tendy, sang produser mengatakan, Missing You berbeda dengan film horor lainnya. Pasalnya, film yang disutradarai oleh Peppiona Cheppy ini dibuat dengan gaya Korea dan Jepang yang memang sedang ngehit dasawarsa ini. “Yang paling penting, tidak ada unsur pornografi yang biasanya jadi embel-embel di beberapa film horor Indonesia. Missing You bisa dibilang seperti film Korea dan Jepang yang menggabungkan dua sisi, yakni drama dan horor,” kata Letsman Tendy dalam sebuah kesempatan kepada media. “Selain seram film produksi kami ini juga menegangkan,” imbuh dia.

Jadi, Missing You, sambung dia, tidak hanya akan membuat bulu kuduk penonton berdiri, namun ada pesan moral yang sengaja diselipkan terkait stereotip “isteri muda” di mata masyarakat Indonesia umumnya yang selalu negatif. “Selama ini kebanyakan masyarakat beranggapan istri muda itu jahat. Missing You berusaha meluruskan kesan itu. Tidak semua istri muda itu jahat,” tandasnya.

Selasa, 18 Oktober 2016 17:31

Polres Bogor Buru Penadah Kendaraan Bodong

Bogor : Tingginya kasus pencurian kendaran bermotor di wilayah hukum polres Bogor tidak terlepas dari para penadah di balik operasi kejahatan yang di lakukan (curas, curat dan curanmor). "Selama ini kan yang di tangkap dan di beri hukuman berat kan cuma pelaku pencurinya saja , mereka berani mencuri karena ada yang bayar jadi harus di tindak sama dari hulu hilirnya " .jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri di Mako Polres Bogor, Senin (17/10).

Dalam ekspose hasil penindakan kejahatan di polres Bogor tercatat 154 kendaraan bermotor (sepeda motor ) hasil kejahatan serta 111 kilogram ganja yang berhasil di ungkap jajaran polsek Parung di sebuah rumah kontrakan. Baik ganja maupun kendaraan hasil curian keduanya adalah tindak kejahatan yang menjadi fokus kepolisian untuk di tekan. K

apolres bogor AKBP Andi M Diki menambahkab ratusan kendaraan tersebut akan di cek nomor rangka dan mesin untuk di klarifikasi kepada perusahaan ATPM dan di cari siapa pemiliknya. "Nanti di cek nomor mesin dan rangkanya kalau ada warga yang kehilangan kendaraan silahkan cek saja ke polres Bogor ".ujar kapolres Bogor. Sementara itu kapolda Jabar Irjenpol Bambang Waskito juga memberi apresiasi kepada kapolres bogor dalam pelayanan pengajuan SIM tanpa pungli dan berbasis IT

Bogor : Suasana sepi mewarnai  sejumlah kantor Satuan Kerja Pengawas Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor, Senin (11/07/2016) pasca libur Idul Fitri 1437 Hijriah. Meski tampak sepi ternyata tingkat absensi pegawai di 7 SKPD yang di datangi mendadak itu ternyata  98 persen masuk kerja. Dalam sidaknya itu Bupati Bogor Nurhayanti bersama Sekda Kbuaten Bogor,  Adang Suptandar  dan kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan memberikan apresiasi kepada pimpinan SKPD bersangkutan karena kedisiplinan pegawainya meningkat setiap tahunnya.
Bahkan saat mendatangi Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah - sempat memimpin rapat mendadak bersama 25 Pokja yang ada di Kantor tersebut. Dalam penyampaiannya itupun Bupati Bogor mengingatkan agar operator pelayanan pengadaan barang dan jasa pemerintah tersebut tetap melayani dengan koridor  sistem yang berlaku. "Sekali lagi saya ingatkan jangan bermain di luar sistem karena pasti ketahuan, dan kami tidak akan membantu apapun jika ada temuan penyimpangan dan penyalah gunaan dari Inspektorat ". Tegas Bupati Bogor Nurhayanti saat memimpin Rapat, Senin (11/7).
Ke 7 SKPD tersebut adalah  Dinas Binamarga dan Pengairan, Badan Perizinan Terpadu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendidikan, Kantor Pelayanan Lelang Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Tata Ruang dan Pertanahan termasuk kantor Skretariat Daerah sekalipun. Perintah sidak juga di teruskan hingga 40 Kecamatan sekabupaten Bogor untuk melakukan hal serupa kepada institusi di baeahnya ( desa/kelurahan - Red)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL