22 November 2017

RSS Facebook Twitter

Selasa, 26 Februari 2013 17:09

Mahasiswa IPB Tenggelam di Ciliwung Saat Ambil Sample Air Penelitian

Ditulis oleh 
Beritakan rating pada item ini
(2 voting)

Bogor - Tim SAR Kota Bogor dengan Dua perahu karetnya, terus menyisir bantaran Kali Ciliwung, Kampung Yapis RT 04/03 Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan  Tanah Sareal, Kota Bogor,  guna menemukan jasad mahasiswa mahasiswa Diploma IPB semester 4 jurusan Analisis Kimia bernama Didik Wijaya (21) asal Lampung, yang dilaporkan hanyut disaat mengambil contoh air kali , untuk penilitian.(selasa.26/2)Peristiwa ini, Menurut saksi mata Fajrina yang juga teman korban  ,  terjadi sekitar pukul 05:10 WIB. Dirinya bersama korban, ditugaskan untuk mengambil sample air di Kali Ciliwung. Namun hampir 15 menit korban tak terlihat lagi. “saya masih lihat lampu senter dari Didik, namun ternyata hingga satu jam  Didik tidak terlihat  lagi “,.
Untuk memastikan , Fajrina langsung menuju tempat kostsan korban.namun semakin kaget setelah korban ternyata belum pulang.fajrina pun kembali ke sungai untuk memastikan korban masih di bibir sungai. “Pengambilan sampel air tersebut untuk penelitian mata kuliah kimia lingkungan dan setiap minggu memang ditugaskan mengambil sampel air di wilayah berbeda”, jelas Fajrin dengan nada sedih.
Sementara, menurut Ketua RT 04/03 Kampung Yapis, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Iwan Ruswandi Hadi, membenarkan adanya kejadian tersebut.”pertama  saya tahu dari istri, kejadian sekitar pukul 05.00 WIB," tutur Iwan.Diakui Iwan, sungai di tempat kejadian memang sering memakan korban, pasalnya sudah empat kali kejadian serupa terjadi di lokasi yang sama dengan kejadian saat ini.
Hingga saat ini, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bogor bersama Scuba Diver  Sat II Pelopor Brimob Kedung halang Bogor dan Anggota sat Pol PP dan puluhan Tim relawan . masih melakukan pencarian .” biasanya  kalau belum ditemukan, tiga hari nanti jasadnya akan muncul “, jelas salah seorang relawan Omi. Pencarian agak terhambat karena di kali ciliwung terdapat lorong bebatuan dan Pusaran air. Proses evakuasi masih terus di lakukan hingga pukul 16.00 selasa (26/02) ,sore dengan melibatkan 2 tim menggunakan perahu karet menyusuri bibir msungai dari lokasi kejadian hingga Jembatan Plasa Jambu 2 Kota Bogor dengan jarak 1 kilometer. Di katakan Oma (45) salah seorang tim relawan di butuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk bisa menemukan jasad Didik Wijaya.
“sungai tersebut alirannya memang tenang namun memiliki palung yang dalam, dan sudah lebih dari 2 kali terjadi orang tenggelam di lokasi yang sama dan biasanya tersangkut di antara palung atau bagian cekungan di dasar sungai”. Ujarnya Kepada RRI.
Dari pengalaman sebelumnya , jenasah yang tenggelam di lokasi tersebut di temukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan bayak dari korban terbawa ke pusaran air dan menyangkut di bebatuan di dasar sungai. Terkait dengan pelaksanaan pencarian sendiri masih terus di lakukan hingga batas waktu yang belum di tentukan, namun sesuai standar operasional penanganan darurat , operasi pencarian akan di laksanakan 3 hari ke depan dan akan di lanjutkan jika ada perkembangan.
Dalam evakuasi tersebut juga turut hadir kerabat dan teman Korban sesama mahasiswa Diploma IPB jurusan Kimia dan Korps Sukarela IPB yang juga membantu proses evakuasi. Termasuk -Mira - Dosen mata Kuliah yang memberikan tugas penelitian air sungai. Di katakan Mira dirinya sebelumnya sudah mengingatkan jika mengambil sample minimal ada 3 orang yang menemani, dan peristiwa yang di alami Didik  adalah murni kecelakaan di luar Civitas IPB , dan bukan menjadi tanggungan penuh IPB./wl

Dibaca 52343 Kali