23 April 2019

RSS Facebook Twitter

Kamis, 21 Desember 2017 21:10

Warga Sentul City Bogor 'Gerudug' Kantor PDAM Tirta Kahuripan Cibinong, Bogor

Ditulis oleh 
Beritakan rating pada item ini
(1 Voting)
Bogor : Puluhan warga perumahan elit Sentul City Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor protes lantaran pasokan airnya di putus oleh pihak pengembang dan tagihannya tidak masuk akal. Pengembang Sentul City dengan mendasarkan SK Bupati Bogor berupa Sertifikat Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang berujung pada tagihan tarif air secara flat dari harga PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor senilai 3800 rupiah per meter kubik di jual PT. Sentul City kepada warganya 7800 rupiah per meter kubik. hal ini di dasarkan dengan asumsi apabila jaringan pipa yang di bangun di kawasan perumahan elit tersebut adalah investasi dari pengembang Sentul City. Aksi setengah telanjang itupun di tumpahkan di depan gerbang PDAM Tirta Kahuripan Cibinong Kabupaten Bogor, Kamis (21/12/2017), Salah seorang warga Sinta Sindutomo menerangkan warga Sentul City menjelaskan upaya gugatan warga kepada PT. Sentul City di PTUN Bandung telah di menangkan dan izin SPAM yang di keluarkan Bupati yang akhirnya di cabut. Namun Tagihan air yang di minta pengembang Sentul City justru semakin bertambah dengan menambah beban tagihan Biaya Pengolahan Lingkungan kepada penghuninya. "tarif normal saja 500 ribu rupiah perbulan, ini ada yang di tinggal 3 tahun dan rumahnya kosong tidak di huni masa tagihannya sampai 23 juta, ini ada apa sebenarnya antara pengembang dan PDAM, jadi pengembang seolah menjadi broker , kami ingin biar PDAM langsung yang memasang jaringan dan memungut retribusinya ", Ujar Sinta, Kamis (21/12/2017). Dari hasil analisa Aleksander Silitonga warga Sentul City itupun akhirnya terkuak apabila harga air yang di keluarkan PDAM Tirta Kahuripan kabupaten Bogor hanya 3ribu 800 ribu rupiah liter per meter kubik akan tetapi Pihak Sentul City melalui Unit Bisnis yang di jual kepada warga 6100 hingga 7300 rupiah permeter kubik. Purnawirawan bintang 1 TNI itupun akhirnya mendesak agar bupati menarik investasi Sentul City agar PDAM mengambil alih langsung tagihan air PDAM di perumaan Sentul City. "Dalam kesepakatan kerjasama untuk pengolahan air seharusnya sudah berakhir pada 2009 lalu, dan di perpanjang tapi setelah kita menangkan tapi kenapa malah pemerintah kabupaten Bogor meminta banding, ini artinya pemerintah dalam hal ini bupati telah membuat kesepakatan dalam memonopili sumber air bagi warga perumahan sentul, masalah air adalah masalah hak asasi manusia kenapa di monopoli pengembang ", Jelas Aleksander Silitongan yang juga ketua RW di lingkungan setempat. Intimidasi pun di rasakan oleh Iwan , yang di putus saluran airnya bahkan di datangkan preman untuk menarik tagihan air yang nilainya berjuta juta, Iwan mengaku setelah di putus airnya oleh pengembang terpaksa membuat sumur untuk memenuhi kebutuhan airnya yang berakhir dengan intimidasi dari security dan preman bayaran. Menyikapi aksi dari warga Sentul City itupun Humas PDAM Tirta Kahuripan , Agus Setyawan hanya berkomentar apabila keadaan tersebut terjadi karena adanya kesepakatan kepala daerah dan PT Sentul City. "kita tidak mengurangi pasokan ke PT Sentul City masih normal jadi kalau tuntutan warga sentul adalah kepada kami itu salah, yang ada adalah dari PT. Sentul mendistribusikan pasokan airnya ke pengembangan komplek AEON karena itulah pasokan air bersih warga di gilir dan di perkecil, kalau masalah kerjasama itukan hak nya Bupati yang membuat kerjasama kalau kami di PDAM hanya mengikuti saja", Jelas Humas PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Agus. Aksi puluhan warga Sentul City yang di warnai teatrikal setengah telanjang itupun di di lanjutkan di depan Gedung tegar Beriman Cibinong di tengah kegiatan wisuda Pendidikan Kader Ulama. Namun Bupati Bogor Nurhayanti tidak menanggapi dan merespon aksi warga perumahan elit tersebut.
Dibaca 897 Kali