22 November 2017

RSS Facebook Twitter

Rabu, 31 May 2017 09:49

Polres Bogor Bantah Ada Penangkapan Terkait Bom Kampung Melayu

Ditulis oleh 
Beritakan rating pada item ini
(1 Voting)

Bogor : Kepala Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat AKBP Andi M Dicky Pastika membantah pemberitaan mengenai penangkapan seorang penghuni sebuah kontrakan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor oleh Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, pada Selasa (30/5/2017). Andi mengatakan pihak Densus hanya meminta keterangan sebagai saksi untuk pengembangan kasus bom bunuh diri di terminal bus Kampung Melayu, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. "Kita perlu luruskan bahwa kita tidak melakukan penangkapan. Densus 88 tidak melakukan penangkapan di wilayah Kabupaten Bogor. Intinya mereka melakukan penyelidikan  penyidikan pengembangan kasus di Kampung Melayu. Densus menggeledah dan menyita barang bukti untuk mendungkung kasus Kampung Melayu. Penggeledahan dan penyitaan harus ada saksi. Saksi itu menjadi saksi untuk proses penyidika penggeledahan. Kita meminta keterangan di kantor polisi untuk BAP. Belum ada yang ditangkap. Saksi disekitar lokasi untuk digeledah," tegas AKBP Andi dalam perbincangan dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (30/5/2017).
Dia juga menegaskan warga yang dimintai keterangan adalah bukan warga Bogor atau pendayang. Kendati demikian, dia mengaku tidak mengetahui asal domisili warga yang dimintai keterangan oleh Densus 88. "Itu bukan warga Bogor yang kebetulan tempat kontrakan, yang tau itu penyidik.  Kami hanya membackup Densus 88. Kita hanya melakukan pengamanan," tegasnya.

Dibaca 390 Kali